Jakarta - Kolaborasi erat antara pemerintah, asosiasi, dan pelaku industri menjadi kunci membangun masa depan industri ritel yang tangguh, adaptif, sekaligus berkontribusi nyata terhadap ketahanan pangan nasional.
Hal itu disampaikan Direktur Kewaspadaan Pangan Badan Pangan Nasional/National Food Agency (NFA), Nita Yulianis, seusai menghadiri pembukaan Indonesia Retail Summit & Expo (IRS) 2025 yang digelar Himpunan Peritel & Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (HIPPINDO) di Jakarta, Rabu (27/8/2025).
“Industri ritel memiliki peran strategis dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Ketika pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) terhubung dengan rantai pasok ritel modern, distribusi pangan menjadi lebih efisien, harga lebih stabil, sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani, nelayan, dan UMKM pangan,” ujar Nita.
Ia menegaskan, HIPPINDO merupakan mitra strategis NFA dalam menekan angka susut dan sisa pangan melalui Gerakan Selamatkan Pangan (GSP). “Gerakan ini penting agar ketersediaan pangan tidak terbuang percuma dan bisa menjangkau masyarakat yang membutuhkan,” ungkapnya.
Sebagai bentuk konkret kolaborasi, NFA telah menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan sembilan mitra strategis. Terdiri atas enam asosiasi industri dan layanan makanan yakni HIPPINDO, APRINDO, PHRI, GAPMMI, APJI, dan APPBI, serta tiga organisasi penyelamatan pangan (food bank) yaitu Foodbank of Indonesia, FoodCycle Indonesia, dan Yayasan Surplus Peduli Pangan.
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menegaskan besarnya kontribusi sektor konsumsi terhadap perekonomian nasional yang mencapai 54,25 persen.
“Konsumsi ini akan diikuti oleh pertumbuhan UMKM. Kita melihat UMKM mengisi sektor konsumsi dengan cukup tinggi, dan tentu kita mengapresiasi brand lokal,” jelas Airlangga.
Ia menambahkan, UMKM memegang peranan penting dalam menopang konsumsi nasional. Sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan daerah menurutnya menjadi kunci menjaga momentum pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Ketua Umum HIPPINDO, Budihardjo Iduansjah, dalam sambutannya menegaskan IRS 2025 membuktikan industri ritel merupakan garda depan perekonomian nasional. “Melalui dukungan pemerintah, asosiasi, dan pelaku usaha, kami yakin UMKM dan peritel lokal dapat semakin berdaya saing, inovatif, serta siap menghadapi tantangan global,” ujarnya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat, antara lain Menteri Perdagangan Budi Santoso, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana, Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman, serta Wakil Menteri PANRB Komjen Pol. (Purn) Purwadi Arianto, bersama perwakilan kementerian, lembaga, dan asosiasi terkait.