NasDem Geser Ahmad Sahroni dari Komisi III ke Komisi I DPR

Kiki Apriyansyah | Jumat, 29 Agustus 2025 - 14:04 WIB
Ahmad Sahroni resmi dipindahkan dari posisinya sebagai Wakil Ketua Komisi III DPR RI ke Komisi I DPR RI. Partai NasDem menyebut rotasi ini sebagai langkah rutin, meski publik menyoroti waktunya yang berdekatan dengan kontroversi pernyataan Sahroni yang dianggap menyudutkan aspirasi masyarakat.

NasDem Geser Ahmad Sahroni dari Komisi III ke Komisi I DPR
Anggota DPR RI Ahmad Sahroni dok. fraksi nasdem
-

JAKARTA – Di tengah sorotan publik terhadap pernyataannya yang menuai kontroversi, Ahmad Sahroni secara mengejutkan digeser dari posisinya sebagai Wakil Ketua Komisi III DPR RI. Politikus Partai NasDem itu kini menempati kursi anggota di Komisi I DPR RI komisi yang membidangi pertahanan, luar negeri, hingga intelijen.

Perpindahan ini dikonfirmasi langsung oleh Sekretaris Jenderal Partai NasDem, Hermawi Taslim, yang menyebut bahwa mutasi ini merupakan bagian dari rotasi rutin di internal partai.

“Benar (Sahroni dipindahkan ke Komisi I DPR RI), rotasi rutin, sesuatu yang biasa,” ujar Hermawi kepada awak media, Jakarta, Jumat (29/8/2025).

Namun, waktu dan konteks dari rotasi ini mengundang tanda tanya. Sebab, hanya berselang beberapa hari setelah Sahroni disorot publik akibat ucapannya yang dianggap merendahkan aspirasi masyarakat. Kritik deras mengalir di media sosial, dan sebagian kalangan bahkan menilai pernyataan Sahroni sebagai salah satu pemicu memanasnya demonstrasi di sejumlah wilayah belakangan ini.

Sahroni, yang dikenal vokal di Komisi III komisi yang mengawasi hukum, hak asasi manusia, dan keamanan akhir-akhir ini menjadi sorotan bukan karena kinerjanya, melainkan komentarnya yang dinilai menyudutkan rakyat.

Meski NasDem menyebut perpindahan ini bukan karena tekanan publik, sejumlah pengamat politik menilai langkah tersebut sebagai manuver penyelamatan wajah partai.

"Pemindahan dari Komisi III yang strategis ke Komisi I bisa dibaca sebagai bentuk 'pendinginan'. Komisi I memang penting, tapi posisi Sahroni sebagai anggota biasa jelas menunjukkan penurunan peran," kata seorang analis politik yang enggan disebut namanya.

Sikap NasDem yang menekankan narasi “rotasi rutin” juga dinilai tidak menjawab substansi masalah: bagaimana partai menanggapi kadernya yang dinilai menyakiti publik dengan pernyataan yang dianggap arogan.

Dalam suasana politik yang sensitif menjelang masa kampanye, partai politik dituntut lebih peka terhadap persepsi publik. Menggeser kader kontroversial bisa jadi strategi untuk meredam tekanan, namun diamnya partai terhadap substansi persoalan dapat memperburuk citra.

Publik pun masih menunggu, apakah NasDem akan mengambil langkah lain, atau sekadar berharap badai ini berlalu dengan sendirinya.


baca juga :