Jakarta - Sebuah momen sederhana namun penuh makna berlangsung di Jakarta, Jumat (29/8/2025). Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Maruarar Sirait, menyerahkan kunci rumah subsidi kepada 21 pekerja sehari-hari: 10 Asisten Rumah Tangga, 1 baby sitter, 4 security, 2 office boy, 1 office girl, dan 3 driver.
Suasana haru langsung terasa. Beberapa penerima meneteskan air mata saat pertama kali menggenggam kunci rumah mereka, menandai momen di mana impian menjadi kenyataan. Mereka pun menyampaikan rasa terima kasih kepada Menteri Ara dan BP Tapera atas perhatian dan kehadirannya yang membuat impian memiliki rumah menjadi nyata.
Sebelum penyerahan kunci, Menteri Ara berbincang hangat dengan para penerima. Ia memastikan semua proses berjalan tanpa pungutan, pajak dibebaskan, dan kualitas rumah terjamin. “Di tengah kondisi yang menantang ini, kita harus lebih peka terhadap rakyat kecil. Hari ini, ART dan pekerja lain akhirnya memiliki rumah sendiri. Kehadiran negara nyata bagi mereka,” ujarnya dengan senyum hangat.
Komisioner BP Tapera juga terlihat terharu. “Melihat mereka menangis bahagia saat menerima kunci rumah membuat hati kami ikut tersentuh. Semoga semakin banyak rakyat kecil yang merasakan kebahagiaan ini,” ungkapnya.
Program ini merupakan bagian dari upaya pemerintah melalui FLPP untuk menyalurkan hunian layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Hingga 28 Agustus 2025, 162.344 unit rumah subsidi telah tersalurkan senilai Rp20,141 triliun. Menteri Ara mendorong masyarakat berpenghasilan rendah lainnya untuk memanfaatkan program ini, menjadikan rumah lebih dari sekadar atap, melainkan simbol harapan dan kesejahteraan.