AHY Dampingi Jokowi Resmikan Tol Bangkinang-XIII Koto Kampar

Agung Nugroho | Jumat, 31 Mei 2024 - 16:33 WIB
AHY Dampingi Jokowi Resmikan Tol Bangkinang-XIII Koto Kampar
Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) hadir bersama sejumlah Menteri Kabinet Indonesia Maju mendampingi Presiden Joko Widodo atau Jokowi meresmikan Tol Bangkinang-XIII Koto Kampar, Jumat (31/05/2024).. Dok: Ist
-

Pekanbaru – Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) hadir bersama sejumlah Menteri Kabinet Indonesia Maju mendampingi Presiden Joko Widodo atau Jokowi meresmikan Tol Bangkinang-XIII Koto Kampar, Jumat (31/05/2024).

Selesainya ruas Tol Bangkinang-XIII Koto Kampar tidak terlepas dari peran serta Kementerian ATR/BPN dalam proses pengadaan tanahnya. Untuk tol sepanjang 24,7 km ini pengadaan tanahnya dikerjakan oleh Kantor Wilayah BPN Provinsi Riau dengan jumlah pengadaan mencakup 1.209 bidang tanah seluas 309,93 hektare.

Jokowi mengatakan, ruas sepanjang 24,7 km ini merupakan bagian dari Jalan Tol Trans Sumatera yang dibangun sejak tahun 2019 hingga 2024 menggunakan anggaran sebesar Rp4,8 triliun.

"Saya titip kepada gubernur dan bupati agar jalan tol ini didesain untuk disambungkan ke kawasan produktif baik pertanian, perkebunan, dan pariwisata sehingga betul-betul ada manfaatnya untuk perekonomian daerah. Mobilitas orang dan barang juga bisa lebih cepat kagi sehingga bisa bersaing dengam negara lain," kata Presiden Jokowi.

Seksi Bangkinang-XIII Koto Kampar dibangun oleh PT Wijaya Karya (Persero) Tbk dan PT Hutama Karya Infrastruktur selaku kontraktor pelaksana. Sedangkan untuk pengelolaanya setelah beroperasi oleh PT Hutama Karya (Persero) selalu Badan Usaha Jalan Tol (BUJT).

Ruas tol ini memiliki manfaat untuk meningkatkan konektivitas dan aksesibilitas dari Kota Pekanbaru menuju Provinsi Sumatera Barat, meningkatkan ekonomi di Pekanbaru khususnya pada Kabupaten Kampar, meningkatkan efisiensi waktu tempuh dari Pekanbaru menuju Pangkalan (Batas Sumatera Barat), memudahkan akses ke kawasan pariwisata seperti Candi Muara Takus di Riau dan berbagai kawasan pariwisata lainnya di Sumatera Barat, serta menumbuhkan perekonomian wilayah karena berfungsi sebagai jalur perdagangan dari Riau menuju Sumatera Barat.